IduL aDHa .., Lebaran Cinta
Semua umat muslim pasti mengenal Nabi Ibrahim AS. Beliau termasuk salah satu nabi yang sering disebut didalam al-quran sebagai nabi yang sangat mencinta Allah SWT melebihi apapun.
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah umat muslim memperingati Idul Adha. Namun tau kah anda bahwa sebenarnya Idul Adha adalah lebaran untuk memperingati betapa besarnya cinta Ibrahim AS kepada Allah ?. Setelah bertahun-tahun menikah dengan Siti Sarah, Ibrahim AS belum juga di karuniai anak. Karena itu istri pertama nya mempersilakan Ibrahim AS untuk menikah lagi dan beliau menikah dengan Siti Hajar. Pendek kata dan pendek cerita (asal jangan pendek umur), Siti Hajar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail. Bayang kan saja, sebagai manusia yang sangat berharap akan hadirnya buah hati sang penerus keturunan, kelahiran Ismail ini tentu sangat membahagiakan hati Ibrahim AS. Untuk itulah Allah SWT ingin memberikan ujian kepada Ibrahim AS. Lebih cinta manakah Ibrahim ?, kepada Allah atau kepada anaknya Ismail ?.
Allah mewahyukan kepada Ibrahim AS untuk menyembelih anak nya !. Bayang kan ..., anak yang sudah dinanti sekian lama sekarang harus disembelih karena perintah Tuhannya. Namun bukan Ibrahim jika beliau tidak melaksanakannya. Tanpa sedikit keraguan pun Ibrahim siap melaksanakan perintah itu. Iya berkata kepada Ismail : "Wahai anakku, aku telah diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih mu". Dan bukan Ismail jika tidak bertawakkal dan menuruti sepenuh nya perintah Allah walau beliau akan di sembelih. Jawab Ismail : "Wahai Ayah .., jika itu memang perintah Allah, maka laksanakan lah .., Insyaallah aku termasuk orang-orang yang sabar". Bayang kan ..., betapa besar nya cinta Ayah dan anak itu kepada Allah SWT. Setelah melalu beberapa proses (mempersingkat cerita), akhirnya sampailah dimana Ibrahim bersiap untuk menyembelih Ismail dan Allah menggantinya dengan seekor qibas (kambing) dan itu lah asal muasal nya dilaksanakan qurban setiap tahun nya pada tanggal 10 Dzulhijjah. Begitulah besarnya cinta Ibrahim kepada Allah dan itulah besarnya ketaatan Ismail kepada Allah dan Orang tua nya. Apakah kita akan menjadi orang yang secinta dan setaat itu kepada Allah ?. Insyaallah ...
Makan permen pake jamu ...
Tak berkesan tanpa komen mu .... (ngarep lagi)
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah umat muslim memperingati Idul Adha. Namun tau kah anda bahwa sebenarnya Idul Adha adalah lebaran untuk memperingati betapa besarnya cinta Ibrahim AS kepada Allah ?. Setelah bertahun-tahun menikah dengan Siti Sarah, Ibrahim AS belum juga di karuniai anak. Karena itu istri pertama nya mempersilakan Ibrahim AS untuk menikah lagi dan beliau menikah dengan Siti Hajar. Pendek kata dan pendek cerita (asal jangan pendek umur), Siti Hajar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail. Bayang kan saja, sebagai manusia yang sangat berharap akan hadirnya buah hati sang penerus keturunan, kelahiran Ismail ini tentu sangat membahagiakan hati Ibrahim AS. Untuk itulah Allah SWT ingin memberikan ujian kepada Ibrahim AS. Lebih cinta manakah Ibrahim ?, kepada Allah atau kepada anaknya Ismail ?.
Allah mewahyukan kepada Ibrahim AS untuk menyembelih anak nya !. Bayang kan ..., anak yang sudah dinanti sekian lama sekarang harus disembelih karena perintah Tuhannya. Namun bukan Ibrahim jika beliau tidak melaksanakannya. Tanpa sedikit keraguan pun Ibrahim siap melaksanakan perintah itu. Iya berkata kepada Ismail : "Wahai anakku, aku telah diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih mu". Dan bukan Ismail jika tidak bertawakkal dan menuruti sepenuh nya perintah Allah walau beliau akan di sembelih. Jawab Ismail : "Wahai Ayah .., jika itu memang perintah Allah, maka laksanakan lah .., Insyaallah aku termasuk orang-orang yang sabar". Bayang kan ..., betapa besar nya cinta Ayah dan anak itu kepada Allah SWT. Setelah melalu beberapa proses (mempersingkat cerita), akhirnya sampailah dimana Ibrahim bersiap untuk menyembelih Ismail dan Allah menggantinya dengan seekor qibas (kambing) dan itu lah asal muasal nya dilaksanakan qurban setiap tahun nya pada tanggal 10 Dzulhijjah. Begitulah besarnya cinta Ibrahim kepada Allah dan itulah besarnya ketaatan Ismail kepada Allah dan Orang tua nya. Apakah kita akan menjadi orang yang secinta dan setaat itu kepada Allah ?. Insyaallah ...
Makan permen pake jamu ...
Tak berkesan tanpa komen mu .... (ngarep lagi)